ISIS (Islamic State of Iraq and Syria) Tidak Boleh Berkembang di Indonesia

ISIS (Islamic State of Iraq and Syria) Tidak Boleh Berkembang di Indonesia

2014-08-14 03:32:00 || LEMBAR PASUKAN

          Merebaknya pemberitaan yang berkaitan dengan ISIS ( Islamic State of Iraq and Syria) membuat kekhawatiran bagi bangsa Indonesia. Mengapa hal ini patut dicermati tidak lain karena ideologi yang dibawa oleh kelompok ini berpotensi memecah belah keutuhan bangsa Indonesia yang memiliki keberagaman budaya.

        Keberadaan ISIS sendiri bermula ketika invasi tentara AS dan sekutunya ke wilayah Iraq. Tumbangnya presiden Saddam Hussein yang berasal dari kalangan Sunni menimbulkan gejolak dengan kaum Syiah. Untuk diketahui bahwa kaum Sunni merupakan kelompok minoritas sekitar 20% di Negara Iraq dibandingkan Kaum Syiah yang mencapai 63% dari populasi penduduknya. Sejak itu, kaum mayoritas Syiah mengambil alih kekuasaan dan pada gilirannya merepresi golongan Sunni. Tentu saja kalangan Sunni tidak diam saja. Pemberontakan kalangan Sunni mulai muncul. Kelompok teroris seperti Al Qaeda masuk ke Irak dan kelompok-kelompok pemberontak lokal yang terdiri dari kalangan minoritas Sunni mulai bertempur melawan tentara AS. Irak pun jatuh dalam perang saudara berdarah tahun 2006. Sejak itu, warga Irak terbelah berdasarkan agama, Sunni yang umumnya tinggal di utara dan Syiah yang umumnya di selatan.

       Untuk mencari dukungan, mereka (ISIS) menggunakan jaringan internet dengan menyebarkan paham-paham dan video perjuangan yang menurut mereka sebagai upaya menegakkan syariat Islam dengan membentuk sebuah Negara Islam. Namun sangat disayangkan bahwa cara-cara yang mereka lakukan pada kenyataannya jauh dari tuntunan agama Islam. Tindakan brutal dan keji yang mereka jalankan sungguh mengiris rasa kemanusiaan. Bagaimana mungkin kebiadaban yang mereka lakukan kepada sesama saudaranya di Iraq dapat diterima akal waras manusia.

       Bagaimana dengan pengaruhnya di Indonesia ?. Media cetak maupun eletronik di Indonesia juga tidak henti-hentinya menginformasikan perkembangan ISIS di beberapa wilayah negara kita. Diberitakan bahwa 56 pemuda Indonesia telah berangkat ke Iraq untuk berperang. Seluruh elemen masyarakat, ulama, Pemerintah daerah, polisi hingga TNI terus memantau pengaruhnya agar tidak semakin meluas karena ideologi yang dibawa sangat bertentangan dengan ideologi Pancasila. Presiden dan Panglima TNI secara tegas menolak keberadaan ISIS dan afiliasinya di wilayah Indonesia. Daulah Islamiyah yang kita kenal saat ini merupakan kepanjangan tangan dari ISIS tersebut yang memberikan kesan bahwa gerakan mereka bertujuan menegakkan syariat agama Islam namun sebenarnya tidaklah demikian.

        Mendirikan Negara Islam merupakan misi mereka sedang kita ketahui bahwa bangsa Indonesia merupakan bnagsa yang memiliki keberagaman budaya dan keyakinan. Rakyat Indonesia yang mayoritas muslim sangat berlpengaruh terhadap sebaran paham ISIS. Apabila perkembangan pengaruh ISIS ini tidak segera dicegah tentunya berpotensi besar memecah belah dan menghancurkan keutuhan, kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pemerintah, instansi terkait dan MUI (Majelis Ulama Indonesia) bersama organisasi kemasyarakatan Islam dengan tegas mengharamkan paham Islam radikal ISIS.

         Kepada seluruh anggota Korem 083/Bdj agar meningkatkan kewaspadaan dan kepedulian terhadap setiap kondisi lingkungan yang “tidak biasanya” untuk deteksi dini dan cegah dini terhadap perkembangan ISIS tersebut serta wajib lapor secara cepat kepada atasannya, demikian juga laksanakan koordinasi melekat dengan Polri dan komponen bangsa lain diwilayah.

   

Contact Us