Kodim 0825 Banyuwangi Ikut Awasi Peredaran Pupuk

Kodim 0825 Banyuwangi Ikut Awasi Peredaran Pupuk

2016-06-27 14:28:00 || KODIM 0825 / BANYUWANGI

Kodim 0825 Banyuwangi (27/6), akan terus mengawasi peredaran pupuk agar tidak diselewengkan. Langkah pencegahan terhadap penyelewengan ini dilakukan mulai dari distribusi hulu hingga ke tangan petani.

Aksi genjot kinerja seluruh jajaran TNI AD tersebut digeber menyusul adanya penangkapan pelaku peredaran 5 ton pupuk palsu di Desa Rejoagung, Kecamatan Srono, Banyuwangi.

"Sudah kita instruksikan ke seluruh jajaran bila menemukan atau mendapatkan informasi yang mencurigakan terkait penyelewengan pupuk atau pupuk palsu yang beredar, untuk segera laporkan secara hirarkis," tegas Dandim 0825 Banyuwangi, Letkol (Inf) Robby Bulan.

Termasuk, sambungnya, jajaran Kodim akan segera berkoordinasi dengan Muspika  dan langsung melakukan penangkapan bersama Kepolisian.

Diberitakan sebelumnya, pelaku peredaran pupuk palsu di Desa Rejoagung, Kecamatan Srono, Banyuwangi, ditangkap polisi.

Selain pupuk palsu jenis NPK, petugas juga mengamankan pelaku, HM, warga Desa Sumber Gede, Kecamatan Kepuh Baru, Bojonegoro, dua orang kuli panggul serta mobil pengangkut nopol S 9093 HG.

Pelaku mengecerkan pupuk palsu yang diproduksi oleh CV Tabah Sejati dengan distributor  PT Nico Mandiri Sejahtera dari Kabupaten Gresik.

Agar tak terendus petugas, komplotan ini menjual langsung produk ke petani. Itupun dengan harga yang jauh lebih murah.

Jika harga normal pupuk sejenis Rp420 ribu per karung. Disini pelaku menjual dengan harga Rp200 ribu hingga Rp 300 ribu  saja.

 

   

Contact Us